Kamis, 20 September 2012

Uveitis Anterior


STASE MATA

 
1.    Identitas Pasien
Nama                      : Tn K
Jenis kelamin          : Laki-laki
Usia                        : 62 tahun
Alamat                    : Parit Mayor
Pekerjaan                : Pesiunan
Agama                    : Islam

2.    Anamnesis
Keluhan utama :
OD : penglihatan kabur
OS  : penglihatan kabur

Riwayat penyakit sekarang :
OD             :
Pasien mengeluh mata kanannya  kabur sejak 7 tahun yang lalu. Mata pasien terasa sangat silau jika melihat cahaya terang. Mata kanan tidak terasa sakit, tidak gatal, tidak berair maupun belekan.

OS :
Pasien mengeluh penglihatan mata kirinya mulai kabur perlahan sejak 2 minggu yang lalu walaupun telah memakai kacamata. Penglihatan pasien terasa berkabut dan silau jika terkena cahaya terang. Sejak 2 minggu yang lalu mata pasien terasa sedikit sakit dan agak berair. Mata pasien tidak terasa gatal, dan tidak ada belekan. Pasien merasa adanya sensasi benda asing pada mata kanan, terutama pada bagian nasal sejak 1 tahun yang lalu.



Riwayat penyakit dahulu :
·      Pasien pernah mengalami katarak pada mata kanan dan menjalani operasi katarak 7 tahun yang lalu. Mata kanan pasien tidak ditanam lensa intraokuler setelah operasi katarak
·      Sebelumnya pasien dapat melihat jelas dengan menggunakan kacamata, namun semenjak 2 minggu yang lalu, penglihatannya menjadi kabur walaupun telah memakai kacamata.
·      Tidak ada riwayat tekanan darah tinggi, kencing manis, penyakit reumatik, asam urat, dan tuberculosis.
·      Tidak ada riwayat trauma pada kedua bagian mata

Riwayat penyakit keluarga :
Tidak ada anggota keluarga yang memiliki gejala yang sama dengan pasien

3.    Pemeriksaan Fisik
Kesadaran              : Compos mentis
Keadaan umum      : Baik
Tanda vital
·           Tekanan darah : 130/90
·           Nadi                : 80 x/m
·           Napas              : 20x/m
·           Suhu                : 36,5˚ C

4.    Status Optalmologis
Visus :
OD  : 1/60 + 11.00 à 6/75 + pinhole tetap
OS  : 6/60 + 3.00 à 6/12 + pinhole tetap

OD

OS
Orthotropia
Posisi bola mata
orthotropia
Pergerakan bola mata
Normal
Palpebra
Normal
Normal , injeksi (-), sekret (-)
Konjungtiva
Injeksi (+),  terdapat pertumbuhan selaput yang berjalan dari bagian nasal sampai limbus kornea, folikel (-), papil (-), sekret (-)
Arkus senilis (+), muton fat (-)
Kornea
Arkus senilis (+), mutton fat (+) terletak di belakang korena
Kedalaman (dalam) , hipopion (-)
Kamera Okuli
Anterior
Kedalaman (normal), hipopion (-), hifema (-), kamera okuli terdapat sel radang
Refleks langsung (+)
Refleks konsensual (+)
Anisokor (3mm), bentuk iris reguler, sinekia (-)
Iris / pupil
Refleks langsung (+)
Refleks konsensual (+)
Anisokor (2 mm) cenderung miosis, iris reguler, sinekia (-)
Tidak terdapat lensa
Lensa
Tidak terdapat kekeruhan
Jernih
Vitreous
Jernih  
Arteri : vena (2:1), papiledema (-), CRAO (-), CRVO (-), Cotton woll spot (-), perdarahan (-), degenerasi makula (-), cup/disc ratio  (0,5)
Funduskopi
Arteri : vena (2:1), papiledema (-), CRAO (-), CRVO (-), Cotton woll spot (-), perdarahan (-), degenerasi makula (-), cup/disc ratio  (0,5)

Tonometri :
OD : 10 mmHg
OS  : 33 mmHg

Tes lapang pandang
OD : sama dengan pemeriksa
OS  : sama dengan pemeriksa


5.    Resume
Tn. K, 62 tahun datang dengan keluhan mata kanannya  kabur sejak 7 tahun yang lalu. Mata pasien terasa sangat silau jika melihat cahaya terang. Mata kanan tidak terasa sakit, tidak gatal, tidak berair maupun belekan.
Pasien mengeluh penglihatan mata kirinya mulai kabur perlahan sejak 2 minggu yang lalu walaupun telah memakai kacamata. Penglihatan pasien terasa berkabut dan silau jika terkena cahaya terang. Sejak 2 minggu yang lalu mata pasien terasa sedikit sakit dan agak berair. Mata pasien tidak terasa gatal, dan tidak ada belekan. Pasien merasa adanya sensasi benda asing pada mata kanan, terutama pada bagian nasal sejak 1 tahun yang lalu.
Pasien pernah mengalami katarak pada mata kanan dan menjalani operasi katarak 7 tahun yang lalu. Mata kanan pasien tidak ditanam lensa intraokuler setelah operasi katarak. Sebelumnya pasien dapat melihat jelas dengan menggunakan kacamata, namun semenjak 2 minggu yang lalu, penglihatannya menjadi kabur walaupun telah memakai kacamata.
Tidak ada riwayat tekanan darah tinggi, kencing manis, penyakit reumatik, asam urat, dan tuberculosis. Tidak ada riwayat trauma pada kedua bagian mata. Tidak ada anggota keluarga yang memiliki gejala yang sama dengan pasien.
Keadaan umum baik. Dari pemeriksaan optalmologis didapatkan visus mata kanan sebesar 1/60 + 11.00 à 6/75 + pinhole tetap dan visus mata kiri sebesar 6/60 + 3.00 à 6/12 + pinhole tetap. Konjungtiva mata kiri mengalami injeksi dan terdapat pertumbuhan fibrovaskular dari bagian nasal sampai limbus kornea. Ditemukan adanya arkus senilis pada kedua kornea. Bagian subepitelial kornea mata kiri ditemukan adanya mutton flat. Pupil reguler tetapi anisokor dengan pupil mata kiri cenderung miosis. Kamera okuli anterior mata kanan dalam dan jernih. Sementara kamera okuli anterior mata kiri normal dan banyak terdapat sel. Lensa mata kiri normal, sementara mata kanan tidak memiliki lensa. Vitreous mata kanan dan kiri jernih. Pemeriksaan funduskopi dalam batas normal.
Pemeriksaan tonometri menunjukkan peningkatan tekanan intraokuler pada mata kiri, dengan nilai tekanan sebesar 33 mmHg. Nilai tekanan intraokuler mata kanan normal, yakni sebesar 10 mmHg. Pada pemeriksaan lapang pandang, tidak ditemukan adanya gangguan lapang pandang perifer.

6.    Diagnosis
OD             : Aphakia, hipermetropia, presbiopia
OC  : Uveitis anterior, pterigium, hipermetropia, presbiopia
Komplikasi : glaukoma sekunder, katarak komplikata

7.    Rencana pemeriksaan lanjutan
Slit lamp
Opthalmoscope indirect
USG

8.    Tatalaksana
OD :
Pemasangan lensa intraokuler

OS :
Sulfas atropin 1% 3x1
Prednisolone acetate 1% q. 4h
Beta blocker (timolol 0,25%-0,5%)



9.    Prognosis
OD
Ad Vitam               : Bonam
Ad functionam      : Dubia ad bonam
Ad sanactionam    : Dubia ad bonam

OS
Ad Vitam               : Bonam
Ad functionam      : Dubia ad bonam
Ad sanactionam    : Dubia ad bonam


Tidak ada komentar:

Posting Komentar