Senin, 24 April 2017
Jumat, 01 Maret 2013
Sabtu, 29 September 2012
Autokapitalisasi pada Ms Office Word
Asyik-asyik ngetik referat. Eh, tiba-tiba autocapitalization mandet.Bete banget mesti tekan-tekan capslock atau Shift + abcdefghijkl bla bla bla bla buat mulai suatu kalimat.
Apes nya, ai lupa gimana cara aktifin tuh autocapitalization..
Search search di google, dapet deh...
Hehehe... gpp kan, iseng2 ai share di blog ai... biarpun gak penting2 amiiiitt... :))
Berikut langkahnya :
1. Buka program Ms Office Word
2. Klik office button (noh, di pojok kiri atas)
3. Klik Word Options
4. Klik Proofing
5. Klik autocorrection options
6. Nah, centang capitalize first letter of sentences
7. Klik OK
Taraaaaaaaaaaaaanng....... selesai...!!!
Sekarang ai mau lanjutin bikin referat dulu ya...
Gamsha Hamida ^^d
Apes nya, ai lupa gimana cara aktifin tuh autocapitalization..
Search search di google, dapet deh...
Hehehe... gpp kan, iseng2 ai share di blog ai... biarpun gak penting2 amiiiitt... :))
Berikut langkahnya :
1. Buka program Ms Office Word
2. Klik office button (noh, di pojok kiri atas)
3. Klik Word Options
4. Klik Proofing
5. Klik autocorrection options
6. Nah, centang capitalize first letter of sentences
7. Klik OK
Taraaaaaaaaaaaaanng....... selesai...!!!
Sekarang ai mau lanjutin bikin referat dulu ya...
Gamsha Hamida ^^d
Jumat, 21 September 2012
Kamis, 20 September 2012
Uveitis Anterior
STASE MATA
1.
Identitas
Pasien
Nama : Tn K
Jenis kelamin : Laki-laki
Usia : 62 tahun
Alamat : Parit Mayor
Pekerjaan : Pesiunan
Agama : Islam
2.
Anamnesis
Keluhan
utama :
OD
: penglihatan kabur
OS : penglihatan kabur
Riwayat
penyakit sekarang :
OD
:
Pasien
mengeluh mata kanannya kabur sejak 7
tahun yang lalu. Mata pasien terasa sangat silau jika melihat cahaya terang.
Mata kanan tidak terasa sakit, tidak gatal, tidak berair maupun belekan.
OS
:
Pasien
mengeluh penglihatan mata kirinya mulai kabur perlahan sejak 2 minggu yang lalu
walaupun telah memakai kacamata. Penglihatan pasien terasa berkabut dan silau
jika terkena cahaya terang. Sejak 2 minggu yang lalu mata pasien terasa sedikit
sakit dan agak berair. Mata pasien tidak terasa gatal, dan tidak ada belekan.
Pasien merasa adanya sensasi benda asing pada mata kanan, terutama pada bagian
nasal sejak 1 tahun yang lalu.
Riwayat
penyakit dahulu :
· Pasien
pernah mengalami katarak pada mata kanan dan menjalani operasi katarak 7 tahun
yang lalu. Mata kanan pasien tidak ditanam lensa intraokuler setelah operasi
katarak
· Sebelumnya
pasien dapat melihat jelas dengan menggunakan kacamata, namun semenjak 2 minggu
yang lalu, penglihatannya menjadi kabur walaupun telah memakai kacamata.
· Tidak
ada riwayat tekanan darah tinggi, kencing manis, penyakit reumatik, asam urat,
dan tuberculosis.
· Tidak
ada riwayat trauma pada kedua bagian mata
Riwayat
penyakit keluarga :
Tidak
ada anggota keluarga yang memiliki gejala yang sama dengan pasien
3.



Pemeriksaan
Fisik


Kesadaran : Compos mentis
Keadaan umum : Baik
Tanda vital
·
Tekanan darah : 130/90
·
Nadi :
80 x/m
·
Napas :
20x/m
·
Suhu :
36,5˚ C
4.
Status
Optalmologis
Visus :
OD :
1/60 + 11.00 à
6/75 + pinhole tetap
OS :
6/60 + 3.00 à
6/12 + pinhole tetap
OD
|
OS
|
|
Orthotropia
|
Posisi
bola mata
|
orthotropia
|
![]() ![]() ![]() |
Pergerakan
bola mata
|
![]() ![]() |
Normal
|
Palpebra
|
Normal
|
Normal , injeksi
(-), sekret (-)
|
Konjungtiva
|
Injeksi (+), terdapat pertumbuhan selaput yang berjalan
dari bagian nasal sampai limbus kornea, folikel (-), papil (-), sekret (-)
|
Arkus senilis (+),
muton fat (-)
|
Kornea
|
Arkus senilis (+),
mutton fat (+) terletak di belakang korena
|
Kedalaman (dalam) ,
hipopion (-)
|
Kamera
Okuli
Anterior
|
Kedalaman (normal),
hipopion (-), hifema (-), kamera okuli terdapat sel radang
|
Refleks langsung
(+)
Refleks konsensual
(+)
Anisokor (3mm),
bentuk iris reguler, sinekia (-)
|
Iris
/ pupil
|
Refleks langsung
(+)
Refleks konsensual
(+)
Anisokor (2 mm)
cenderung miosis, iris reguler, sinekia (-)
|
Tidak terdapat
lensa
|
Lensa
|
Tidak terdapat
kekeruhan
|
Jernih
|
Vitreous
|
Jernih
|
Arteri : vena (2:1),
papiledema (-), CRAO (-), CRVO (-), Cotton woll spot (-), perdarahan (-), degenerasi
makula (-), cup/disc ratio (0,5)
|
Funduskopi
|
Arteri : vena (2:1),
papiledema (-), CRAO (-), CRVO (-), Cotton woll spot (-), perdarahan (-), degenerasi
makula (-), cup/disc ratio (0,5)
|
Tonometri
:
OD : 10 mmHg
OS : 33 mmHg
Tes
lapang pandang
OD : sama dengan pemeriksa
OS : sama dengan pemeriksa
5.
Resume
Tn. K, 62 tahun datang dengan keluhan mata
kanannya kabur sejak 7 tahun yang lalu.
Mata pasien terasa sangat silau jika melihat cahaya terang. Mata kanan tidak
terasa sakit, tidak gatal, tidak berair maupun belekan.
Pasien mengeluh penglihatan mata kirinya mulai kabur
perlahan sejak 2 minggu yang lalu walaupun telah memakai kacamata. Penglihatan
pasien terasa berkabut dan silau jika terkena cahaya terang. Sejak 2 minggu
yang lalu mata pasien terasa sedikit sakit dan agak berair. Mata pasien tidak
terasa gatal, dan tidak ada belekan. Pasien merasa adanya sensasi benda asing
pada mata kanan, terutama pada bagian nasal sejak 1 tahun yang lalu.
Pasien pernah mengalami katarak pada mata kanan dan
menjalani operasi katarak 7 tahun yang lalu. Mata kanan pasien tidak ditanam
lensa intraokuler setelah operasi katarak. Sebelumnya pasien dapat melihat
jelas dengan menggunakan kacamata, namun semenjak 2 minggu yang lalu,
penglihatannya menjadi kabur walaupun telah memakai kacamata.
Tidak ada riwayat tekanan darah tinggi, kencing
manis, penyakit reumatik, asam urat, dan tuberculosis. Tidak ada riwayat trauma
pada kedua bagian mata. Tidak ada anggota keluarga yang memiliki gejala yang
sama dengan pasien.
Keadaan umum
baik. Dari pemeriksaan optalmologis didapatkan visus mata kanan sebesar 1/60 +
11.00 à
6/75 + pinhole tetap dan visus mata kiri sebesar 6/60 + 3.00 à
6/12 + pinhole tetap. Konjungtiva mata kiri mengalami injeksi dan terdapat
pertumbuhan fibrovaskular dari bagian nasal sampai limbus kornea. Ditemukan
adanya arkus senilis pada kedua kornea. Bagian subepitelial kornea mata kiri
ditemukan adanya mutton flat. Pupil reguler tetapi anisokor dengan pupil mata
kiri cenderung miosis. Kamera okuli anterior mata kanan dalam dan jernih.
Sementara kamera okuli anterior mata kiri normal dan banyak terdapat sel. Lensa
mata kiri normal, sementara mata kanan tidak memiliki lensa. Vitreous mata
kanan dan kiri jernih. Pemeriksaan funduskopi dalam batas normal.
Pemeriksaan
tonometri menunjukkan peningkatan tekanan intraokuler pada mata kiri, dengan
nilai tekanan sebesar 33 mmHg. Nilai tekanan intraokuler mata kanan normal,
yakni sebesar 10 mmHg. Pada pemeriksaan lapang pandang, tidak ditemukan adanya
gangguan lapang pandang perifer.
6.
Diagnosis
OD :
Aphakia, hipermetropia, presbiopia
OC
: Uveitis anterior, pterigium, hipermetropia, presbiopia
Komplikasi : glaukoma sekunder,
katarak komplikata
7.
Rencana
pemeriksaan lanjutan
Slit lamp
Opthalmoscope indirect
USG
8.
Tatalaksana
OD
:
Pemasangan
lensa intraokuler
OS
:
Sulfas
atropin 1% 3x1
Prednisolone
acetate 1% q. 4h
Beta
blocker (timolol 0,25%-0,5%)
9.
Prognosis
OD
Ad
Vitam : Bonam
Ad
functionam : Dubia
ad bonam
Ad
sanactionam : Dubia
ad bonam
OS
Ad
Vitam : Bonam
Ad
functionam : Dubia
ad bonam
Ad
sanactionam : Dubia
ad bonam
Langganan:
Postingan (Atom)

































